Kamis, 01 November 2012


ensiklopedia pendidikan Kewarganegaraan
Bangsa : sekumpulan masyarakat yang mempunyai perbedaan ras, suku, agama dan adat istiadat.
Negara : sekumpulan bangsa-bangsa yang mematuhi peraturan pemerintah.
Ideologi : sebuah gagasan, ide, paham, pemikirian
Demokrasi  : pemerintahan/kekuasaan yang di pegang oleh rakyat
Republik : sistem pemerintahan yang berasal/ bercabang  dari rakyat
Legislatif : pembuat undang-undang
Eksekutif : kekuasaan yang menjalankan undang-undang
Auditatif :  badan pemeriksa keuangan
De fakto : kenyataan dari sebuah pengakuan
De juro : sebuah pengakuan yang tertulis atau lisan
Sistem pemerintahan Parlementer : sistem pemerintahan yang memiliki peranan penting di pemerintahan, kedudukan tertinggi Perdana Mentri (inggris, jepang, belanda, singapore, malaysia.
Sistem pemerintahan monarki : sistem pemerintahan yang dikuasai oleh raja dan keputusan di tentukan oleh Raja. (arab saudi, brunei, spanyol)
Kewajiban warga negara indonesia: wajib mentaati dan menjunjung tinggi dasar negara, ikut membela dan mempertahankan negara.
Hak warga negara : mendapatkan penghidupan yang layak, memiliki kedudukan yang sama dimata hukum, memperoleh pendidikan dan pengajaran yang sama
Visi misi dan tujuan Kewarganegaraan : (visi) sebagai pedoman perbaikan sikap dan kepribadian setiap individu. (misi) memiliki rasa tanggung jawab dan moral yang baik. (tujuan) agar bisa menerapkan nilai-nilai luhur, santun dan kasih sayang. Dan memahami masalah yang mendasar dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut sya melihat kondisi bangsa ini masih perlu banyak berbenah diri, perbaikan yang banyak, dan evaluasi keadaan. Bangkit dari keterpurukan.

Minggu, 21 Oktober 2012

TENTANG Q


 SEDIKIT  TENTANG DIRIKU

Q seorang anak perempuan dari keluarga baik-baik. Hidup dengan keluarga yang agamis dan disiplin keras. Dilahirkan di kota sampit di pinggiran sungai mentaya. Masa kecil q benar2 bahagia. Orang tua tidak pernah melarang q untuk bermain apa pun selagi masih ingat waktu dan aturan. Q anak ke 3 dari 6 bersaudara. 2 perempuan dan 4 laki-laki. Jadi secara otomatis dgn lingkiungan q yang lebih banyak laki-laki, menjadikan q pribadi yang tomboy dan keras. Naik pohon, main layang, dan semua permainan laki2 pernah q jalani. Sekarang q sudah berkeluarga. Dan mempunyai seorang putri kecil usia 3 thn. Menjadi kan diriku wanita sempurna seutuhnya. Dengan usia q yg sudah ¼ abad membuat q sangat menghargai waktu, dan sisa umur q. Untuk berbuat yang lebih baik dari sekarang.
Dibalik semua kesempurnaan itu ternyata banyak menyimpan kekurangan. Q sedikit agak pemarah, bukannya suka marah, tapi lebih sering tersulut bila sering  ketemu hal yang tidak disukai spt sampah, tempat kotor dll. Karena itulah q punya sifat yang sangat keras.

Mengalah...  sering kali keadaan tersebut memaksa q. Karena seringnya disakiti atau dikhianati spt kejadian baru-baru ini. Ditusuk teman dari belakang. Jeleknya q juga orangnya mudah lupa dengan sesuatu. Bila tergesa-gesa barang yg diperlukan suka lupa dan ketinggalan, mudah ceroboh pula.

Menangis adalah senjataku bila dalam keadaan galau, stres, lelah, marah dll. Serg menyendiri merenungi keadaan diri.
Gak sabaran sifat q yg paling favorit hehehehe... suka sebel klo nunggu lama.
Ck ck ck Manusia...?!?!? gak ada yang sempurna...

Senin, 08 Oktober 2012


APABILA SAYA JADI SEORANG PEMIMPIN/ PRESIDEN ...?

Jadi seorang pemimpin  memang  tidaklah mudah. Harus bijaksana, jujur, adil, tegas, dan berwibawa.

Jadi seorang pemimpin juga harus bisa mengetahui kondisi disekitarnya, peka terhadap lingkungan sekitar dan daerah pimpinannya. Jd pemimpin juga harus amanah seperti Rasulullah SAW.

Dan seandainya saya jadi pemimpin...? gak muluk2 deh ...! pengen negara ini aman dan damai.
Tapi prakteknya tidak mudah. Apabila saya jadi pemimpin, sebelumnya saya akan memilih pemimpin daerah spti bupati/walikota yg bertugas haruslah muslim dan jujur juga amanah. Karena apabila mreka jujur insyaAllah tempat yang mereka pimpin juga akan baik. 

Dan bagaimana agar kerukunan antar umat beragama terwujud...?

Kerukunan antar umat beragama adalah suatu kondisi sosial ketika semua golongan agama bisa hidup bersama tanpa mengurangi hak dasar masing-masing untuk melaksanakan kewajiban agamanya. Masing-masing pemeluk agama yang baik haruslah hidup rukun dan damai. Karena itu kerukunan antar umat beragama tidak mungkin akan lahir dari sikap taklid buta dan sikap tidak peduli atas hak keberagaman dan perasaan orang lain. Tetapi dalam hal ini tidak diartikan bahwa kerukunan hidup antar umat beragama memberi ruang untuk mencampurkan unsur-unsur tertentu dari agama yang berbeda , sebab hal tersebut akan merusak nilai agama itu sendiri.

Kerukunan antar umat beragama itu sendiri juga bisa diartikan dengan toleransi antar umat beragama. Dalam toleransi itu sendiri pada dasarnya masyarakat harus bersikap lapang dada dan menerima perbedaan antar umat beragama. Selain itu masyarakat juga harus saling menghormati satu sama lainnya misalnya dalam hal beribadah, antar pemeluk agama yang satu dengan lainnya tidak saling mengganggu.

Dan cara menjaga kerukunan hidup antar umat beragama ...yaitu...?
1.             Menghilangkan perasaan curiga atau permusuhan terhadap pemeluk agama lain yaitu dengan cara mengubah rasa curiga dan benci menjadi rasa penasaran yang positf dan mau menghargai keyakinan orang lain.
2.             Jangan menyalahkan agama seseorang apabila dia melakukan kesalahan tetapi salahkan orangnya. Misalnya dalam hal terorisme.
3.             Biarkan umat lain melaksanakan ibadahnya jangan olok-olok mereka karena ini bagian dari sikap saling menghormati.
4.             Hindari diskriminasi terhadap agama lain karena semua orang berhak mendapat fasilitas yang sama seperti pendidikan, lapangan pekerjaan dan sebagainya.

Minggu, 30 September 2012

PENERAPAN NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

....PANCASILA....

Tentunya kita tidak asing dengan kata tersebut. Dari SD-SMP-SMA kita sering mendengar kata-kata tersebut setiap upacara bendera. Tidak jarang pelajaran PPKN juga sering membahas Pancasila. Kita dianjurkan untuk mengikuti dan mengamalkannya. Tapi apakah kita benar-benar mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari...?

PERTANYAAN DAN SEBUAH PR BAGI KITA SEMUA...!!!

1.   Ketuhanan Yang Maha Esa…..cukuplah menggambarkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang ber-Tuhan. Seluruh aktivitas hidup bernegara harusnya sesuai dengan nilai-nilai kebenaran bukan kekuasaan dan kepuasan.
Kepercayaan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta segala sesuatu dengan sifat-sifat yang sempurna dan suci seperti Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Adil, Maha Bijaksana dan sebagainya;

Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yakni menjalankan semua perintah- NYA dan menjauhi larangan-larangannya. Dalam memanfaatkan semua potensi yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah manusia harus menyadari, bahwa setiap benda dan makhluk yang ada di sekeliling manusia merupakan amanat Tuhan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya; harus dirawat agar tidak rusak dan harus memperhatikan kepentingan orang lain dan makhluk-makhluk Tuhan yang lain.

Contoh, merawat lingkungan dengan menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakar lahan yang membuat orang lain terganggu, merawat binatang dengan kasih sayang, merawat hutan dan tidak menebangi sembarang, dll.


2.   Kemanusiaan yang adil dan beradab…cukuplah menjadikan kita manusia yang manusiawi, tidak suka membantai, membunuh, menyakiti fisik dan/atau psikis saudara kita sebangsa. dengan alasan apapun tidak ada kesempatan kita untuk tidak berlaku manusiawi. Kita bangsa yang beradab bukan biadab. cukuplah perseteruan perbedaan agama, partai, calon yang diusung yang telah melahirkan kerugian materi dan immateri.
-Pengakuan adanya harkat dan martabat manusia dengan sehala hak dan kewajiban asasinya;
-Perlakuan yang adil terhdap sesama manusia, terhadap diri sendiri, alam sekitar dan terhadap Tuhan;
-Manusia sebagai makhluk beradab atau berbudaya yang memiliki daya cipta, rasa, karsa dan keyakinan.
Contoh penerapannya :
-      Memberikan hak setiap orang untuk memperoleh informasi, kenyamanan dalam bertetangga, hak untuk mendapat kesehatan dan hidup yang layak.
-      Saling menjaga keseimbangan dalam kehidupan. Seperti tidak membuat keributan dan kerusuhan kecil yang mengakibatkan bencana besar.

3.Dalam Sila Persatuan Indonesia terkandung nilai persatuan bangsa, dalam arti dalam hal-hal yang menyangkut persatuan bangsa patut diperhatikan aspek-aspek sebagai berikut :
     
Persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia serta wajib membela dan menjunjung tinggi (patriotisme);
      
Pengakuan terhadap kebhinekatunggalikaan suku bangsa (etnis) dan kebudayaan bangsa (berbeda-beda namun satu jiwa) yang memberikan arah dalam pembinaan kesatuan bangsa;
     
Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (nasionalisme).

          Penerapannya dalam kehidupan :

Di beberapa daerah tidak sedikit yang mempunyai ajaran turun temurun mewarisi nilai-nilai leluhur agar tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh ketentuan-ketentuan adat di daerah yang bersangkutan, misal dilarang menebang pohon tertentu atau larangan memakan/membunuh binatang tertentu di daerah tersebut.

4.Dalam Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, terkandung nilai-nilai kerakyatan. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus dicermati, yakni:
-Kedaulatan negara adalah di tangan rakyat;
-Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat;
      -Manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama;
-Keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh wakil-wakil rakyat.
         
Penerapannya dalam kehidupan :
Mewujudkan dan menumbuh kembangkan hak dan tanggung jawab terhadap pengelolaan lingkungan hidup.

5.Dalam Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia terkandung nilai keadilan sosial
Dalam hal ini harus diperhatikan beberapa aspek berikut :
- Perlakuan yang adil di segala bidang kehidupan terutama di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya;
- Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia;
     - Keseimbangan antara hak dan kewajiban;
- Menghormati hak milik orang lain;
- Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material spiritual bagi seluruh rakyat Indonesia;
       -Cinta akan kemajuan dan pembangunan.

Penerapan dalam kehidupan :
Meningkatkan dan mengelola Sumber Daya Alam yang akan menjadi warisan generasi selanjutnya.

Rabu, 26 September 2012

Sikap Ramah dan Lemah Lembut


Sikap Ramah dan Lemah Lembut

Allah ta’ala mensifati nabi-nya shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau adalah orang yang berakhlak mulia. Allah ta’ala berfirman
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ (٤)
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Qs. Al Qalam: 4)
Allah mensifati beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sifat lemah lembut dan penyayang. Allah ta’ala berfirman,
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”(Qs. Ali Imran: 159)
Allah juga mensifati beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sifat pengasih dan penyayang kepada kaum mukminin. Allah ta’ala berfirman
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (١٢٨)
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (Qs. At Taubah)
Dan Rasulullah memerintahkan dan menghasung untuk bersikap lemah lembut. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Mudahkanlah dan jangan mempersulit, sampaikan kabar gembira dan jangan menakut-nakuti.” (HR. Bukhari & Muslim)
Imam Muslim juga meriwayatkan dalam Shahih-nya dari sahabat Abu Musa radhiyallahu ‘anhu dengan lafadz “Sampaikanlah kabar gembira, jangan menakut-nakuti. Dan permudahlah jangan mempersulit.”
Al Bukhari juga meriwayatkan dalam Shahih-nya dari sahabat Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat mengenai seorang Arab Badui yang kencing di dalam masjid,
“Biarkan dia menyelesaikan kencinynya, kemudian tuangkanlah setimba air di tempat yang dikencinginya, atau siramlah dengan seember air, karena sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan bukan untuk mempersulit.”
Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Wahai Aisyah sesungguhnya Allah Maha Lembut dan menyukai kelembutan dalam segala urusan.” Sedang Imam Muslim meriwayatkan dengan lafadz
“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan. Dan Dia memberi pada kelembutan itu sesuatu yang tidak diberikan Nya pada sikap kasar, dan apa yang tidak diberikan Nya pada yang lainnya.”
Imam Muslim juga meriwayatkan dalam Shahihnya dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Sesungguhnya tidaklah kelemahlembutan itu ada pada sesuatu melainkan ia akan memperindahnya, dan tidaklah kelemah lembutan itu dicabut dari sesuatu melainkan akan memperburuknya.”
Imam Muslim juga meriwayatkan, dari Jarir bin Adillah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa yang terhalangi dari bersikap lemah lembut, maka dia telah terhalang dari seluruh bentuk kebaikan.”
Allah juga memerintahkan kepada dua orang Nabi dan rasul yang mulia, Musa dan Harun agar mereka mendakwahi Fir’aun dengan lemah lembut. Allah berfirman,
اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى (٤٣)فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى (٤٤)
“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat dan takut.” (QS. Thaha: 43-44)
Allah juga mensifati para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia bahwa mereka adalah orang yang selalu berkasih saying sesama mereka. Allah ta’ala berfirman,
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesame mereka.” (QS. Al Fath: 29)
***
artikel muslimah.or.id